Suara hentakan kaki itu tak membuatnya gentar sedikit pun. Malah kini perasaan ingin memukul manusia yang memiliki kaki itu semakin besar. dengan perlahan, ia ambil sebilah bambu didepannya, dengan sangat pelan ia mulai berjalan menyusuri lorong, mencari sesosok manusia yang ingin sekali ia habisi. Saat ia mulai melihat siluet sosok itu di antara pohon pisang, kakinya mulai melangkah pelan tanpa suara, dan ia berhasil berdiri diantara pohon-pohon pisang yang menutupi sebagian tubuh kurusnya, ia terus berjalan tanpa menimbukan suara, perlahan tapi pasti menuju musuhnya yang tak jua menyadari keberadaannya, degan cepat ia mengayunkan bilah bambu ditangannya kearah pungung musuhnya, ia berhasil memukul manusia yang ia benci itu. Manusia yang telah membunuh orang-orang yang ia sayangi , namun perlahan manusia kejam itu berusaha tegap, dengan cepat ia sadatri gerakan musuhnya lalu tanpa berfikir panjang ia layangkan lagi bambu ditangannya, dan sekali lagi, BUK!!, ia memukul dengan keras, bagai ada setan yang bersarang di otaknya dan ia tidak mengetahui itu.Ia mungkin telah hilang kesadaran, terus ia pukuli manusia tak berkasih sayang itu. Dia tak menyadari bahwa dia sama saja dengan manusia itu. Langit menangis melihatnya seperti itu, pohon-pohon pisang menjadi saksi bisu waktu yang telah berjaln cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar