Minggu, 25 November 2012

Halo

Halo...
saya jarang posting ya?? maaf. saya sibuk nulis NOvel. ntar kalo uah jadi beli ya... sibuk mau UN juga. see? bener-bener sibuk...

Kamis, 21 Juni 2012

My Will_Sung by: dream (Inuyasha)



soomotto mezameru

hakanai omoi zutto
donna toki demo negau yo
anata ni todoku you ni to a…

“ato sukoshi” to yuu kyori ga fumidasenakute
itsumo me no mae wa tozasarete-ita no
aitai aenai hibi wo kasaneru tabi ni
tsuyoi tokimeki wa setsunasa ni naru yo

moshimo eien to yuu mono ga aru nara
toomawari shite demo shinjite mitai
“bukiyou dakara KIZUtsuku koto mo aru” to
waakatte mo tomaranai mou dare ni mo makenai

anata no koto wo omou
sore dake de namida ga
ima afuredashite kuru yo
hakanai omoi zutto
donna toki demo negau yo
anata ni todoku you ni to…

(instrumen)

tsuyogaru koto dake shiri-sugite-ita watashi
dakedo ano toki kara mayoi wa kieta yo
misetai to omou mono ga kitto atte
kikasetai kotoba mo takusan aru

egao nakigao mo zenbu mite hoshikute
matte-iru watashi wa yamete “CHANSU” wo tsukamu yo
anata no koto wo omou
sore dake de kokoro ga
tsuyoku nareru ki ga suru yo

hakanai omoi zutto
donna toki demo negau yo
anata ni todoku you ni to…

(instrumen)

anata no koto wo omou
sore dake de namida ga
ima afuredashite kuru yo
tookute koe ga todokanai dakedo itsuka wa
kanarazu todoku you ni
shinjite la la la la la la…

shinjite la la la la la la…
shinjite la la la la la la…



comment :

lagu yang bikin aku kangen banget sama Inyasha dkk. Ingin nangis juga denger lagunya,,,
kenapa ya,, gak ditayangin lagi film Inuyashanya?

Minggu, 29 April 2012

Change the world_Inuyasha OST


I want to change the world
kaze wo kakenukete   nanimo osorezu ni
ima yuuki to   egao no KAKERA daite
Change my mind
jounetsu tayasazu ni   takanaru mirai e
te wo nobaseba   kagayakeru hazu sa
It's wonderland
hai-iro no sora no kanata   nanika oite kita
kimi wa   mayoi nagara
sagashi-tsudzukeru
kimi no kokoro furuete'ta   asu no mienai yo
nanimo shinjirarezu mimi wo fusagu
kimi ni deaeta toki   hontou no ibasho mitsuketa
nanigenai yasashisa ga   koko ni atte
bokura mezameru
I want to change the world
nido to mayowanai   kimi to iru mirai
katachi doreba   doko made mo toberu sa
Change my mind
jounetsu tayasazu ni   shiranai ashita e
tsubasa hiroge   hanabatakeru hazu sa
It's wonderland
[Instrumental]

bokura wa onaji sekai wo   oyogi-tsudzukete'ru
tagai no negai e   todoku hi made
minna onaji fuan kakaete   sasaeaeru yo
tachidomaru shunkan ni   mitsumete'ru
kono basho ni iru
I want to change the world
kono te hanasazu ni   mimamoru hitomi wo
uketometara   nandatte dekiru hazu
Change my mind
hitori ni sasenai   minna koko ni iru
donna koto mo   tsukinukete ikou
It's wonderland


[Instrumental]

I want to change the world
kaze wo kakenukete   nanimo osorezu ni
ima yuuki to   egao no KAKERA daite
Change my mind
jounetsu tayasazu ni   takanaru mirai e
te wo nobaseba   kagayakeru hazu sa
It's wonderland


Jumat, 27 April 2012

About you ^_^


Seperti kayu yang tak mampu ku patahkan
Seperti kain kanvas yang aku tak mampu melukisnya
Seperti hujan yang tak mampu aku ramal
Seperti aku tak tau ada berapa jumlah ikan di lautan

Seperti juga kau yang slalu ada dihatiku
Tak tau kapan akan menghilang
Seperti kau tahu aku tak ingin kau pergi

Meski hilang dalam kenangan-kenangan yang terkubur
Akan selalu jadi yg terbaik,
Meski akan menghilang  jua diujung samudra
Menjadi sebuah file tentang pelangi

Kehidupan ini seperti layang-layang buatku
Kau hembuskan harapan dan kekuatan
Didepan atau dibelakangku
Akan tetap selalu begitu
Meski bumi akan menghapus kita,,,

Tawa senyummu selalu bisa membuatku tertawa
kita ada untuk bersama, 
tuhan telah menentukan pertemua kita,
sahabatku,,,
Seperti air di atas daun talas,
kita tak bisa jatuh begitu saja, akan tetap bertahan
meski guncangan hebat datang untuk menjatuhkan,
kita akan tetap berpegang tangan dan berjuang untuk waktu yang terus berputar.

Ku akan selalu berharap, 
walau mulut tak bisa lagi mengeluarkan kata
meski tangan tak mampu lagi kusangga. 
akan selalu bisa ku bermimpi
agar aku dan kau bisa selalu menjadi sebuah lingkaran sempurna,,,
26 April 2012 “memorable moment”
_HeigoyaSemmy_s



Tittle Air#1

Suara hentakan kaki itu tak membuatnya gentar sedikit pun. Malah kini perasaan ingin memukul manusia yang memiliki kaki itu semakin besar. dengan perlahan, ia ambil sebilah bambu didepannya, dengan sangat pelan ia mulai berjalan menyusuri lorong, mencari sesosok manusia yang ingin sekali ia habisi. Saat ia mulai melihat siluet sosok itu di antara pohon pisang, kakinya mulai melangkah pelan tanpa suara, dan ia berhasil berdiri diantara pohon-pohon pisang yang menutupi sebagian tubuh kurusnya, ia terus berjalan tanpa menimbukan suara, perlahan tapi pasti menuju musuhnya yang tak jua menyadari keberadaannya, degan cepat ia mengayunkan bilah bambu ditangannya kearah pungung musuhnya, ia berhasil memukul manusia yang ia benci itu. Manusia yang telah membunuh orang-orang yang ia sayangi , namun perlahan manusia kejam itu berusaha tegap, dengan cepat ia sadatri gerakan musuhnya lalu tanpa berfikir panjang ia layangkan lagi bambu ditangannya, dan sekali lagi, BUK!!, ia memukul dengan keras, bagai ada setan yang bersarang di otaknya dan ia tidak mengetahui itu.Ia mungkin telah hilang kesadaran, terus ia pukuli manusia tak berkasih sayang itu. Dia tak menyadari bahwa dia sama saja dengan manusia itu. Langit menangis melihatnya seperti itu, pohon-pohon pisang menjadi saksi bisu waktu yang telah berjaln cepat. 



Senin, 26 Maret 2012

Kisah Nyata dari Tanah Arab

Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan bayak kisah.
Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.

Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat Saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika.

Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini.

Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja.
Biasanya saya melihatnya bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh yang sampai saat ini belum bisa ramah dikulit saya.

Hari itu Ammar tidak terlihat.
Karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal tentang kabarnya.

"Oh kamu tidak tahu?"
Jawabnya balik bertanya, memakai bahasa Ingris khas India yang bercampur dengan logat urdhu yang pekat.

"Iyah beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola ya?" Jawab saya.

Selepas itu, tanpa saya duga iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.
Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh. Seperti ingin memanggil kembali sosok teman sekamarnya itu.

Saya mendengarkan dengan seksama.


Ternyata Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004 lalu.
Ia datang ke Negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di Kota ini. Saudi arabia memang memberikan free visa untuk Negara Negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket.

Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat.
Do'a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya.

Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan.
Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.

Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat...
Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir..
Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di Kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana Kota yang garang.
Tapi amar tetap bertahan dalam kesabaran.

Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota? Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.

Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia.
Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Dihampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..

Amar seperti terjerat di belantara Kota ini.
Pulang ke suddan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan. Itu tekadnya.

Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya.
Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya disini.

Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.

Tapi Ammar pun Manusia.
Ditahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah.

Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan.
Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya.

Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang.
Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik amar memahaminya ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan ke Sudan.

Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja.

Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, Negara tetangganya. Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.

Akhirnya ia beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya.
Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan.

Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.
Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu.

Adzan dzuhur bergema..
Semua Toko Toko, Supermarket, Bank, dan Kantor Pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security Kota berjaga jaga di luar kantor kantor, menunggu hingga waktu Shalat berjamaah selesai.

Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh.
Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu.. memabasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air.

Lalu ia masuk mesjid. Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.

Hanya disetiap shalat itulah dia merasakan kesejukan,
Ia merasakan terlepas dari beban Dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui.

Shalat telah selesai.
Ammar masih bingung untuk memulai langkah.
Penerbangan masih seminggu lagi.

Ia diam.

Dilihatnya beberapa mushaf al Qur'an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengmbil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur'an hingga adzan Ashar tiba menyapanya.

Selepas Maghrib ia masih disana.
Beberapa hari berikutnya, Ia memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.

Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya.
Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu.
Ammar mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa Kota.

Adzannya memang khas.
Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah disana.

Adzan itu ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.
Hingga jadwal penerbanganpun tiba. Ditiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya.

Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.

Amar sudah duduk diruang tunggu dibandara,
Penerbangan sepertinya sedikit ditunda, kecemasan mulai meliputinya.
Ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ini tidak sebentar, ia sudah berusaha semaksimal mungkin.

Tapi inilah kehidupan, ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan.
Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta ini dengan mengeluh. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai Hamba Allah, sebagai Imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya.

Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil namanya.
Suara itu datang dari speaker dibandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok berbadan tegap yang menghampirinya.

Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata "Prince memanggilmu".
Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince. Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini. Mereka memilii Palace atau Istana masing masing.

Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di Mesjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, disana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan Adzan fajar yang biasa ia lantunkan.

Setiap kali Ammar adzan prince selalu bangun dan merasa terpanggil..
Hingga ketika adzan itu tidak terdengar, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzin itu ternyata pulang kenegerinya Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang untuk kembali ke Negerinya.

Singkat cerita, Ammar sudah berhadapan dengan Prince.
Prince menyambut Ammar dirumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan.

Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di Kota Riyadh ini dan tidak mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya.

Prince mengangguk nganguk dan bertanya: "Berapakah gajihmu dalam satu bulan?"
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan bulan tanpa gaji dinegeri ini.

Prince memakluminya.
Beliau bertanya lagi: "Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu dapati?"

Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: "Hanya SR 1.400", jawab Ammar.

Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang.
1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar.

Tubuh Amar bergetar melihat keajaiban dihadapannya.

Belum selesai bibirnya mengucapkan Al Hamdalah,
Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata:
"Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh. Jadilah Bilall dimasjidku.. dan hiduplah bersama kami di Palace ini"

Ammar tidak tahan lagi menahan air matanya.
Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin. Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikannya selama ini, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah.

Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari disiang hari yang mengigit kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak.

Semua berubah dalam sekejap!
Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar.
Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah.

Nothing Imposible for Allah,
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..

Bumi inipun Milik Allah,..
Alam semesta, Hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya.

Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan.
Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince. Ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.

Subhanallah...
Seperti itulah buah dari kesabaran.

‏"Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya.
Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya". (NAI)

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35)

Allahuakbar!
Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya

Senin, 19 Maret 2012

Hyme guru

Terpujilah wahai engkau
ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku



Semua baktimu
akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti
terima kasihku tuk pengabdianmu



Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa…
tanpa tanda jasa